Jumat, 10 Februari 2012

BOTOL ALKOHOL


: fr
Beban serupa apa yang kau arak di kepalamu itu?
Sungguh  rangka belulang hidupmu masih tulang rawan
Tapi telah lebam bekasnya di sekujur ingatanku yang sehari itu
Kau minta tolong lewat pucat ungu ganggang
yang tertinggal di matamu.
Menangislah jika kau mau!

Aku dengan kediaman terhormatku menyesal di sini
Sekiranya kepantasan manusiaku sanggup,
Tubuhmu yang ranggas akan kulumuri aroma minyak bayi
Lalu setiap rumah luka di kulitmu akan kubacakan do’a dan puisi.

Menangislah jika kau mau!
Hingga kau sampai di isakan paling mabuk
Hingga kau buat botol alkohol bunuh diri karena patah hati.

*Usianya belum genap tujuhbelas tahun. Dan aku tak tahu apaapa tentang anak ini. Semoga Cahaya-Nya menaunginya.

2012

Selasa, 07 Februari 2012

MAWAR AKAN TAWAR


Kepada Februari
Usahlah kita tawar menawar
Sebab mawar akan tawar.
Di musim hujan berselang
Tanpa ritual tanpa memandang
Kita tetap saling sayang.
2012

KETIKA TUMBANG SETENGAH


Kau telah tahu aku bersungguh-sungguh demam
Suhu tubuhku berdiam di  atas suhu ruang.
Jika harus kunamai, ini perbedaan yang bersamaan
Aku gigil dan aku kepanasan.

Kau telah tahu aku bersungguh-sungguh batuk
Batas tenggorokan dan udara membuat jarak baru.
Sementara ujung jarijari kaki menyusun jalan
Sangsi akan sisa waktu yang akan gegas.

Terkadang, memang seperti inilah kenyataan
Ah, inilah yang kutahu dan Kau selau lebih dulu tahu.

Juga pengakuan,
Aku menemukan-mu setiap memicingkan mata.
Kalimat persaksian yang adakah telah sah bagi-mu
Lewat berulang-ulang dan kucoba beri pentahqidan.
Sekarang aku siapa?
Beritahu aku sekali lagi kebenaran.

*Bersama Q.S Al Mu'minun ketika antibodi sedang tumbang setengah 
2012

Jumat, 03 Februari 2012

MEMANEN EMBUN


Di suatu pesta selamat malam
Aku dan tanah berlomba meminum hujan
Entah siapa yang luap lebih dulu.

Sambil menyeka wajah di hadapan tanah basah
Berharap esok pagi adalah pesta memanen embun
Sebelumnya, kita jadilah daun.

2012

TEPI SEPI LAUT

Di poros kepalaku ombak bergemuruh
Dan tepian tentang-mu adalah pelampiasan paling damai
Sekujur tubuh tibatiba kuyup
Kudapati mata ini basah
Lagi.

*Kubawa pulang jawaban-kenapa ombak ada-

2012

MENEMUKAN PUISI

Katakan
Puisi itu untukku
Yang kau tulis dengan tangan gemetar

Katakan
Puisi itu milikku
Yang kau tulis ribuan malam
Meski hanya sebuah kata dan titiktitik

2012

Kamis, 02 Februari 2012

KOTAK HARTA KARUN DAN PEREMPUAN KERTAS


(1)
Bagaimana caramu bertandang pada masa?
Mungkin kau salah menerjemahkan masalalu yang kutandai
Bagiku, sebagian masa itu ingin kusimpan dalam kotak harta karun
Untuk cerita polos kanakkanak yang menerbangkan layangan
Sebelum mengerti teori musim dan arah mata angin
Sebelum mengerti benar apa itu terbang, apa itu kehilangan.
Hanya tahu ada sebuah cara bertahan
adalah dengan memegang tali eraterat
Dan kehilangan paling menyakitkan adalah layangan putus
Maka kita harus bersahabat dengan angin, hingga nanti.

(2)
Lalu, apa yang kau pikirkan tentang masa lalu yang sebagian lagi?
Bagian itu ingin kututup saja dalam kuburan batu, tertidur abadi
Apa kau pernah mengingat bocah perempuan yang bermain peran?
Menyutradarai permainan khayalan tokohtohoh kertas
Tiap kertas bergambar akan diberi nama, diberi peran, diberi cerita
Tiap gaun yang dikenakan akan diberi peristiwa semua ragam
Mulai seragam sekolah, seragam kerja, seragam pesta hingga seragam tidur

Keesokan paginya, di tengah pasar ia bertemu boneka Barbie
Berkulit kuning, ramping, semampai
Berambut pirang panjang keemasan dan bermata biru
Lalu di perjalanan pulang, segelas susu coklat tumpah di atas kotak mainan
Cerita perempuan kertas berakhir, basah, dan dikerumuni semut
Selamat tinggal.

*Dan kehilangan juga bisa menjadi dewasa , mengikuti benang usia.
 2012