Jumat, 03 Februari 2012

MEMANEN EMBUN


Di suatu pesta selamat malam
Aku dan tanah berlomba meminum hujan
Entah siapa yang luap lebih dulu.

Sambil menyeka wajah di hadapan tanah basah
Berharap esok pagi adalah pesta memanen embun
Sebelumnya, kita jadilah daun.

2012

2 komentar:

  1. berbicara tentang embun, saya ingat ketika saya masih tinggal di desa saya kira-kira 15 tahun yang lalu, setiap pagi embun singgah sejenak di beranda rumah kami. Menyapa kami dengan lembut. Ah suasana saat itu begitu tak terlupakan, secangkir teh dan putu membuat suasana semakin mengasyikkan. :D. Terakhir kali saya kekampung halaman tahun lalu, embun tidak lagi menyapa kami, mungkin karena global warming yah :D

    BalasHapus
  2. Benar, embun terjadi ketika udara yang ada disekitar tanah lebih lebih dingin dan saat udara tidak mampu menahan semua uap air.Kelebihan uap air itulah yang jadi embun. Tapi karaena global warming maka suhu udara panas tidak akan membentuk embun. Ada sebuah filosofi hidup di sana :)

    BalasHapus