Jumat, 10 Februari 2012

BOTOL ALKOHOL


: fr
Beban serupa apa yang kau arak di kepalamu itu?
Sungguh  rangka belulang hidupmu masih tulang rawan
Tapi telah lebam bekasnya di sekujur ingatanku yang sehari itu
Kau minta tolong lewat pucat ungu ganggang
yang tertinggal di matamu.
Menangislah jika kau mau!

Aku dengan kediaman terhormatku menyesal di sini
Sekiranya kepantasan manusiaku sanggup,
Tubuhmu yang ranggas akan kulumuri aroma minyak bayi
Lalu setiap rumah luka di kulitmu akan kubacakan do’a dan puisi.

Menangislah jika kau mau!
Hingga kau sampai di isakan paling mabuk
Hingga kau buat botol alkohol bunuh diri karena patah hati.

*Usianya belum genap tujuhbelas tahun. Dan aku tak tahu apaapa tentang anak ini. Semoga Cahaya-Nya menaunginya.

2012

2 komentar: