Minggu, 11 November 2012

JEBAKAN SEBELUM KEJUTAN

"Suatu sore marbot mesjid menyetel radio pengantar adzan maghrib terlampau awal. Pukul lima lebih sedikit. Tersadar, lalu menertawai dirinya sendiri."

Sudah kuduga,
Musim seringkali membuat jebakan sebelum memberi kejutan.
Ketika perbatasan malam datang seolaholah lebih awal
Sebab langit terlalu lama abuabu lalu gelap.

Dan matahari menjadi sangat jarang muncul
Tapi ada di letak yang seperti dulu juga
Juga waktu yang bergerak seperti kemarin
Tapi berbeda di perputaran kepala kita

Kita tertawa,
Setelah yakin tak akan terjebak
Lagi.

November, 2012

FLEGMA

Tentang tanah Eilah dan sore Sabat
Lantaran ikanikan hingga kutukan Tuhan
Kuikat menjuntai di puncak langitlangit
Agar kembali tunduk
setiap kali kuangkat kepala menyoraki ketinggian.


Di sini, menarik garis dari bocor atap
ke bekas tetesan hujan
Di bias kayu penyangga yang pernah kau paku
Aku terpaku.

Terkepung bunyi pantulan, memantulkan suaramu
Samar, lantas hilang kurekam dalamdalam.
Di hatiku di tanah ini, kelak tempat semuanya tumbuh
Tempat semua mengalir, tempat semua terkubur
Maka tak perlu kuangkat kepala
Hanya Tuhan.

November, 2012

Selasa, 16 Oktober 2012

ANOTHER LETTER

:
Sejak kapan kau puasakan asa?
Pertengahan Oktober ini masih menyisakan panas

Terberkahilah kau, kala gugurkan jengah yang bergelantungan
Lalu kuncup jiwamu terbuka kesekian kali

Di sana kau temui Tuhan, di basah bibirmu
Dan bagimu rasa jawaban do'a selalu manis

 Konon, airmata sulit kering di musim hujan
Berhentilah menangis selepas Oktober ini!katamu.


Oktober, 2012

Kamis, 23 Agustus 2012

A LETTER (MENYURATI DIRI SENDIRI)

Tali sepatu kukencangkan
Ke sebelah timur mengunjungi jejak sejak
Dan alasan apa yang terakhir membawaku ke sini
Enam kali putaran tanah lapang kurang dari tigapuluh menit

Kuhimpun subuh, kuhimpun nur, kuhimpun udara
Namun tap telapak menggagalkan ingatanku
Lengang kecuali  hela ini yang menjadi amat ribut
Adakah bisa kita kehilangan keinginan untuk mengeluh?

Berlarilah hingga kau kehilangan keinginan untuk berhenti!

Agustus, 2012 

Rabu, 22 Agustus 2012

INSIDE OURSELVES


Sebab selalu ada hal yang tak mesti selesai
Lebih awal dari dugaan awal
Sejak dinisbatkan di dahimu
Kau juru tafsir atas dirimu sendiri

Tak peduli berpetipeti sejak
Kau kemas untuk keberangkatan
Anakanak pohon di sisi jalan tak memberi restunya
Dan setiap pagi kau hanya bertahan di bayangan sepenggalan
Lalu meninggalkan tanda yang bukan selamat tinggal.

Tertanggal awal musim di kalender yang kau lingkari
Kemarau ini, katamu musim mengajari kita menabung
Kupikir inilah yang akan kau tinggalkan
Menabung air tanah mengisi tempayan untuk mencuci beras
Menabung minyak tanah untuk sumbu damar sebelum lampu benarbenar padam

Hingga kutemui kau di segi panjang lapang tanah
Dimana orangorang menabung harapan
Tanpa barisan tanpa nomor antrian
Lalu kutemui diriku sendiri.

Agustus, 2012

HOW ARE YOU


Maka sempatkan menanyai kabarnya
Sepilihan kata yang sengaja kukalengkan
Sejak aku berpikir bahwa sesuatu yang dikalengkan bisa bertahan lebih lama
Lalu bisa kularungkan ke laut.

Juntai pitapita yang masih terlilit mananti karat
Kukira itu membuatnya mirip sebuah kado
Tapi, gelembung laut penuh garam merembes
Ke dalam seratserat benang
Mengisi dadaku.
Kutonton helainya putus lepas lepas
Dan tak bisa lagi kaleng kukalungkan.

Kabar kaleng dan kalung mengapung lalu
                        mengendap ke laut
Kau tak lagi mengenaliku.

Agustus, 2012

RAMADHAN #2


Tuhan selalu memberi kita tenggat
Berapa banyak kita yang tak berkhianat
Pada gerak pendulum
Pada bandul lonceng

Di detak jantung yang pacu lalu terhenti
Segala jiwa mesti kembali.

Agustus, 2012