Di luar daun gugur raguragu
Di kepalaku huruf jatuh patahpatah
Ini tentang kesempatan jika mungkin
Atau kemungkinan jika sempat
Selamat menikmati bulan terbit!
Januari, 2013
Jumat, 18 Januari 2013
TENTANG USAI DAN MULAI
Di sepanjang sisi jalan yang mungkin tak akan panjang
Kita telah diusaikan masa menebar angka yang telah kita tandai
Tanpa tahu apapun tentang cara memulai yang telah ditulis dan dituliskan.
Sementara di punggung jalan paling jauh
terpencar angkaangka baru yang sama dengan penyamaran
menunggu untuk kita temukan dan beri ucapan.
Selamat bagi yang usai
Selamat bagi yang mulai
Januari, 2013
Kita telah diusaikan masa menebar angka yang telah kita tandai
Tanpa tahu apapun tentang cara memulai yang telah ditulis dan dituliskan.
Sementara di punggung jalan paling jauh
terpencar angkaangka baru yang sama dengan penyamaran
menunggu untuk kita temukan dan beri ucapan.
Selamat bagi yang usai
Selamat bagi yang mulai
Januari, 2013
Sabtu, 01 Desember 2012
NOVEMBER TO DECEMBER
:
Untuk suatu perihal yang mungkin saja tepat
tapi terjadi di saat yang mungkin kurang tepat.
Menurutku ini lebih dari sekedar kekaburan
Ini menyesakkan sekaligus menyesatkan.
Bagaimana bisa kita mengucapkan selamat
yang sepenuhnya selamat untuk sebuah selamat tinggal?
Desember, 2012
Untuk suatu perihal yang mungkin saja tepat
tapi terjadi di saat yang mungkin kurang tepat.
Menurutku ini lebih dari sekedar kekaburan
Ini menyesakkan sekaligus menyesatkan.
Bagaimana bisa kita mengucapkan selamat
yang sepenuhnya selamat untuk sebuah selamat tinggal?
Desember, 2012
VOICE OF PARALYZE (SUARA DARI GAZA)
:
KAU mungkin di Utara
Aku diperbatasan paling selatan barangkali
Dan ini adalah pekak paling dekat, pekak paling hebat.
Serupa perpaduan aroma mesiu dan bunyi peluru mesiu yang lepas
"Lukaluka dan dosadosa tidak diwarisakan maka tak perlu kuwasiatkan apapapa"
Perihal liangliang luka yang terbuka tutup lebih sering dari derit jendela
di badai paling porakporanda.
Aku menuju KAU
"Kekasih, tiba waktumu, bisikkan impianmu"
"Selain KAU tak ada, KAU selalu benar, cukup KAU bagiku."
Hening pertama lalu hening terakhir
Hilanglah pekak, tutuplah mataku
Bagaimanapun ini adalah tidur paling damai.
November, 2012
KAU mungkin di Utara
Aku diperbatasan paling selatan barangkali
Dan ini adalah pekak paling dekat, pekak paling hebat.
Serupa perpaduan aroma mesiu dan bunyi peluru mesiu yang lepas
"Lukaluka dan dosadosa tidak diwarisakan maka tak perlu kuwasiatkan apapapa"
Perihal liangliang luka yang terbuka tutup lebih sering dari derit jendela
di badai paling porakporanda.
Aku menuju KAU
"Kekasih, tiba waktumu, bisikkan impianmu"
"Selain KAU tak ada, KAU selalu benar, cukup KAU bagiku."
Hening pertama lalu hening terakhir
Hilanglah pekak, tutuplah mataku
Bagaimanapun ini adalah tidur paling damai.
November, 2012
Minggu, 11 November 2012
JEBAKAN SEBELUM KEJUTAN
"Suatu sore marbot mesjid menyetel radio pengantar adzan maghrib terlampau awal. Pukul lima lebih sedikit. Tersadar, lalu menertawai dirinya sendiri."
Sudah kuduga,
Musim seringkali membuat jebakan sebelum memberi kejutan.
Ketika perbatasan malam datang seolaholah lebih awal
Sebab langit terlalu lama abuabu lalu gelap.
Dan matahari menjadi sangat jarang muncul
Tapi ada di letak yang seperti dulu juga
Juga waktu yang bergerak seperti kemarin
Tapi berbeda di perputaran kepala kita
Kita tertawa,
Setelah yakin tak akan terjebak
Lagi.
November, 2012
Sudah kuduga,
Musim seringkali membuat jebakan sebelum memberi kejutan.
Ketika perbatasan malam datang seolaholah lebih awal
Sebab langit terlalu lama abuabu lalu gelap.
Dan matahari menjadi sangat jarang muncul
Tapi ada di letak yang seperti dulu juga
Juga waktu yang bergerak seperti kemarin
Tapi berbeda di perputaran kepala kita
Kita tertawa,
Setelah yakin tak akan terjebak
Lagi.
November, 2012
FLEGMA
Tentang tanah Eilah dan sore Sabat
Lantaran ikanikan hingga kutukan Tuhan
Kuikat menjuntai di puncak langitlangit
Agar kembali tunduk
setiap kali kuangkat kepala menyoraki ketinggian.
Di sini, menarik garis dari bocor atap
ke bekas tetesan hujan
Di bias kayu penyangga yang pernah kau paku
Aku terpaku.
Terkepung bunyi pantulan, memantulkan suaramu
Samar, lantas hilang kurekam dalamdalam.
Di hatiku di tanah ini, kelak tempat semuanya tumbuh
Tempat semua mengalir, tempat semua terkubur
Maka tak perlu kuangkat kepala
Hanya Tuhan.
November, 2012
Lantaran ikanikan hingga kutukan Tuhan
Kuikat menjuntai di puncak langitlangit
Agar kembali tunduk
setiap kali kuangkat kepala menyoraki ketinggian.
Di sini, menarik garis dari bocor atap
ke bekas tetesan hujan
Di bias kayu penyangga yang pernah kau paku
Aku terpaku.
Terkepung bunyi pantulan, memantulkan suaramu
Samar, lantas hilang kurekam dalamdalam.
Di hatiku di tanah ini, kelak tempat semuanya tumbuh
Tempat semua mengalir, tempat semua terkubur
Maka tak perlu kuangkat kepala
Hanya Tuhan.
November, 2012
Selasa, 16 Oktober 2012
ANOTHER LETTER
:
Sejak kapan kau puasakan asa?
Pertengahan Oktober ini masih menyisakan panas
Terberkahilah kau, kala gugurkan jengah yang bergelantungan
Lalu kuncup jiwamu terbuka kesekian kali
Di sana kau temui Tuhan, di basah bibirmu
Dan bagimu rasa jawaban do'a selalu manis
Konon, airmata sulit kering di musim hujan
Berhentilah menangis selepas Oktober ini!katamu.
Oktober, 2012
Sejak kapan kau puasakan asa?
Pertengahan Oktober ini masih menyisakan panas
Terberkahilah kau, kala gugurkan jengah yang bergelantungan
Lalu kuncup jiwamu terbuka kesekian kali
Di sana kau temui Tuhan, di basah bibirmu
Dan bagimu rasa jawaban do'a selalu manis
Konon, airmata sulit kering di musim hujan
Berhentilah menangis selepas Oktober ini!katamu.
Oktober, 2012
Langganan:
Postingan (Atom)