Selasa, 08 Mei 2012

PURNAMA

:
Kala kutemui perjumpaan
Dimana memandang adalah isyarat memanjang
tapi tak juga usai resah itu ditamatkan.

Ingatkah kau bekas tongkat sang Utusan
sebagai ulir bulan adalah simbol abadi?
Juga mata perempuan bukan bidadari
yang meramalkan tahun cahaya mencipta
bayangan bulan penuh di wajah air.

Telaga purnama hanya dua,
Tidak sekarang adalah tidak.
Lalu lima belas hari berikutnya.

Mei ,2012

SUARA DARI RUMAH TUHAN

Suara dari rumah Tuhan mengabarkan pelukan
Agar kita tak kehilangan sujud
Dan tak cacat dalam rakaat.

Di salam terakhir,
Sirnalah semua igau
yang tercecer disepanjang alir udara.

Hingga riuh berjatuhan serupa gugur daun
Di tempat yang bersisian dengan mata batin
Untuk penuh meyakini Dia Maha Menjaga.

Mei, 2012

Minggu, 06 Mei 2012

DEAR MOM

: mom
Apa arti dari mata yang seketika hangat
saat merapikan alas tidurmu pagi tadi?
Juga ingatan tentang anak kecil yang senang
bermain hujan dari atap yang bocor.

Entah berapa kali sehari hingga hari ini
kau sempurnai do'a dengan mata sembab
menjelang tidur dan saat terbangun kembali?
Lalu pada sisi kanan bantalmu kutitip
kata yang kuharap kau dengar setiap malam.

Aku menyayangimu.

Mei, 2012


Sabtu, 05 Mei 2012

BRAIN BRANCH


Sejak kapan dadanya menjadi tempat parkir?

Semua riuh bersatu di situ tanpa izin
Dan sekujur tubuhnya tibatiba menjadi dipenuhi asap
Seperti selubung kabut dingin,
tapi berwarna hitam.

Selalu, dia tak pernah sadari
Hingga tubuhnya gigil tanpa sebab.
Lalu dicarinya penyebab pada tiap roda.
Yang mengantarnya menuju kepalanya sendiri
Dan ditemuinya telah dipenuhi cabang.

Mei, 2012

Kamis, 03 Mei 2012

IBU PUISI

:
Puisi itu,
Serupa kelahiran bayi
Suci.

Diberi nama
Dimandikan do'ado'a
Dan dirawat amat hatihati.

Nak, hendak jadi apa kau kelak?

Mei, 2012

LARUNG

 :
Sekiranya dosa bisa dibungkus
lalu dialirkan ke Sungai Kuning.
Dan sambil terpejam berharap
Di sana segala memar
akan berubah mekar.

Maukah kau mengantarku ke muara
untuk mengambil air wudhu?

Mei, 2012

PEREMPUAN KEPADA PEREMPUAN

Seorang perempuan berkata padanya
"Menyampaikan ucapan seharusnya baik hati"
Tidaklah semudah membuka sachet penyedap rasa
dan menaburinya di kuah sayur.

Itulah kenapa perempuan
diperkenalkan pada lumpang dan antan.
Untuk mengaluskan bawang merah dan lada
serta segala rupa pedas.
Sementara bebunyian di permukaan batu
adalah nyanyian percakapan damai.

Di hatinya ia memelihara bunga
Bukan mengoleksi wewangi Dolce and Gabanna.

Mei, 2012